Dua Program Bimas Islam Ini Masuk Tujuh Besar Program Inovasi 2018

Jakarta, bimasislam – Suksesi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2018 yang mengusung tema “Melayani dengan Ikhlas, Wujudkan Integritas” yang berlangsung 29-31 Januari lalu, tidak terlepas dari kreasi rangkaian agenda yang dipersiapkan matang dan menarik. Salah satunya adalah ajang Kompetisi Program Inovatif yang diikuti terbuka bagi Unit Eselon II Pusat Kementerian Agama, Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, yang diinisiasi langsung oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama.

Merujuk kepada surat pengumuman dengan nomor 174 B.IV/01.00.3/01/2018 tanggal 26 Januari 2018 yang ditandatangani oleh Kabiro Ortala Kementerian Agama perihal Kompetisi Program Inovatif Tahun 2018 ini bertujuan untuk menggali rangkaian kegiatan baru yang memiliki dampak perubahan budaya organisasi, menjawab kebutuhan terkini dan berdampak nyata kepada publik.

Dengan mengambil empat tema besar kebijakan publik, seperti Moderasi Agama, Digitalisasi Layanan, Komunikasi Umat dan Pengelolaan SDM, kompetisi tersebut dinilai langsung oleh dewan juri, yang terdiri dari Sekjen Kementerian Agama, Deputi Layanan Publik Kemen PAN-RB dan Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian PPN/Bapenas.

Berdasarkan ajuan para kontenstan yang masuk, panitia memilih tujuh proposal program terbaik. Dua diantara tujuh proposal program terbaik tersebut berasal dari perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Dengan tema proposal “Program Pilot Project Kampung Zakat untuk wilayah daerah tertinggal”, Direktorat Zakat dan Wakaf (Zawa) mengajukan keberlanjutan program binaan yang beberapa tahun belakangan ini sudah berjalan. Seperti pada Kampung Zakat yang berlokasi di Dusun Longserang Timur, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat,  bersama penduduk yang berjumlah 500 kepala keluarga (2016) Direktorat Zawa berhasil menggelontorkan program bantuan Tandon, bedah rumah, Brugak (saung beratap ilalang), pemberdayaan kelompok ekonomi (anyaman dan makanan ringan) hingga pembinaan dakwah dan kesehatan bagi lanjut usia.

Sedikit berbeda dari Kampung Zakat, program yang diajukan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah ini lebih menentukan bidikan yang lebih spesifik, yaitu pengusungan tema moderasi sebagai paham universal Islam dan ketentuan penyebaran paham keagamaan tersebut bagi kelompok muda (milenial). Konsep “Bina Moderasi Islam bagi Generasi Milenial”, yang “dipimproi” oleh Subdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik ini, akan menjadikan empat prinsip penting dalam Islam, antara lain semangat beragama (ruh al-din), semangat nasionalisme (ruh al-wathaniyah), semangat kebangsaan (ruh al-‘ashabiyah), ruh kemanusiaan (ruh al-basyariyah), sebagai bingkai besar pelaksanaan program. Dengan menggunakan metode assessment FGD, Dialog Nasional dan Award Tokoh Moderasi islam, Workshop Bina Moderasi Islam dan Panggung Kreasi Pustaka Islam, sedikit banyak diharapkan mampu memberikan keterukuran hasil program yang maslahat dan kekinian.

Dikonfirmasi terkait terpilihnya proposal yang diajukan, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Juraidi menyambut positif program yang turut memompa semangat kompetitif ini.

“Saya sangat mengapresiasi semangat kompetitif yang digagas dalam Rakornas ini, selain tentu saja bersyukur atas terpilihnya proposal kami sebagai the best seven program inovasi tahun ini”, ungkap Juraidi.

Selain dua program inovatif itu, ada lima program inovatif lainnya yang juga terpilih dalam ajang kompetisi program inovasi 2018, antara lain IAIN Jember dengan tema KKN Lintas Nusantara, Direktorat Pendidikan Agama Islam dengan Guru Modiis (Moderat, Inovatif dan Inspiratif), Kanwil Kemenag Sumatera Barat dengan Gerakan Cinta Kerukunan Umat Beragama, Puslitbang Lektur, Khasanah Keagamaan, Manajemen Organisasi yang akan mendigitalkan 20.000 lembar manuskrip aplikasi e-manuskrip keagamaan nusantara,  dan Digitalisasi Layanan: Al-Quran dalam Genggaman, oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran.

Berdasarkan jadwal pengumuman, ketujuh program inovatif ini selanjutnya akan dinilai dan kemudian akan diumumkan pemenangnya pada 25 Februari 2018 mendatang.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *