Dirjen: Tidak Ada Tawar Menawar Transaksi Non Tunai

Jakarta, bimasislam— Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menegaskan bahwa pelaksanaan transaksi non tunai di lingkungan Ditjen Bimas Islam merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar. Transaksi tersebut merupakan bagian dari upaya Ditjen Bimas Islam untuk terus memperbaiki diri.

Hal tersebut disampaikan Dirjen saat menjadi narasumber pada kegiatan Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Terkait Implementasi Pembayaran Non Tunai di Hotel Takes Mansion, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

“Tidak ada tawar menawar, tidak ada alasan Bimas Islam tidak melakukan (transaksi non tunai), dan tidak ada pendapat lain.” Tegasnya.

Dirjen menambahkan, sebetulnya Bimas Islam merupakan unit eselon I pertama di lingkungan Kementerian Agama yang  mengimplementasikan transaksi tanpa uang cash tersebut.

“Sebetulnya Bimas Islam merupakan yang pertama kali melaksanakan transaksi non tunai, yaitu sejak dikeluarkannya Surat Edaran Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor 66 Tahun 2014 tentang Maksimum Pencairan PBNP NR untuk Jasa Profesi dan Transport Penghulu.” Imbuhnya.

Sejak saat itu, dikatakan Dirjen, pembayaran kepada penghulu yang melaksanakan tugas dilaksanakan dengan mekanisme transfer bank.

Oleh karena itu, tambahnya, transaksi non tunai sebetulnya bukan hal yang sama sekali baru di lingkungan Diten Bimas Islam. Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Bimas Islam selama lima tahun juga itu mengingatkan bahwa model transaksi non tunai ini hanya diberlakukan bagi pegawai internal Ditjen Bimas Islam. “Untuk kalangan eksternal masih pakai tunai.” Tambahnya.

Terpisah, Kasubbag Verifikasi, Arief Widiarto menjelaskan, secara sederhana transaksi non tunai adalah sistem pembayaran dari rekening  ke rekening. Sehingga tidak ada pemberian honor, transport, atau jenis penerimaan apapun kepada pegawai yang melaksanakan tugas dalam bentuk uang cash. “Semua transfer dari rekening ke rekening.” Jelasnya.

Kegiatan Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Terkait Implementasi Pembayaran Non Tunai dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 5 hingga 6 Februari 2018. Kegiatan ini diikuti 130 peserta, terdiri dari seluruh pejabat eselon III di lingkungan Ditjen Bimas Islam, para pejabat eselon IV, serta para pengelola keuangan/bendahara dari unit lain di Kementerian Agama.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *